Pertemuan Awal yang Singkat pt. 3
Kata orang, pertemuan ketiga kalinya tanpa sengaja adalah sebuah tanda. Apakah itu benar?
![]() |
| Photo by Nathan Dumlao on Unsplash |
Kita bertemu. Saling memandang, kemudian mendekat. Kita saling rindu, bukankah begitu?
Wajahmu mulai memudar diiingatan. Aku sudah mencoba mengingat. Namun, apalah dayaku yang hanya sekedar mengetahui namamu.
Sesekali terlintas dipikiran mengenai kita. Ya, kita. Aku dan juga kau. Akankah terjadi?
Sepertinya tidak, aku terlalu banyak berharap kepadamu. Tapi, semesta punya jalan lain. Entah itu akan baik untukmu atau untukku atau juga untuk kita.
Aku ingin bertemu, aku ingin berjumpa, dan aku rindu. Tetapi, jika kita bertemu, apa yang akan aku lakukan?
![]() |
| Photo by Pablo Heimplatz on Unsplash |
Aku memutuskan bahwa pertemuan kita ketiga kalinya adalah pertemuan terakhir kita. Kenapa? Bukankah pertemuan ketiga adalah sebuah tanda. Ya, itu tandanya kita harus berpisah. Hanya itu saja.
Aku akan sibuk dengan duniaku, kau pun sama. Dari situ akankah kita bertemu lagi? Aku tak tau.
Selamat tinggal.



Komentar
Posting Komentar