Pertemuan Awal yang Singkat
Langit mendung menutupi sore membuatku menatap sambil melamun. Sampai ada seseorang yang menghalangi pandangan dan bertanya kepadaku.
"Maaf, kabelnya kupindahkan sebelah sini ya? Ribet soalnya," katanya sambil memegang kabel charger laptop. Aku hanya mengaggukkan kepala sebagai jawaban. Dia dengan santainya menggambil kursi dan duduk membelakangi jendela. Tempat duduk yang lain juga masih kosong, kenapa malah duduk di sampingku? Pikiran aneh terus bermunculan di kepalaku.
" Dek, kamu sekolah mana? Kelas ?" tanyanya sambil menghidupkan laptopnya. Aku menyebutkan nama sekolah tempatku menimba ilmu. Sejujurnya aku tak ingin membahasnya, tapi entah kenapa otakku tak sejalan dengan hati.
" Ohh, berarti sebentar lagi mau ujian ya. Mau ngelanjutin dimana nih? SMA apa SMK ?" kali ini dia menatapku dengan raut muka penasaran. Tatapannya membuatku menundukan kepala. Lalu kujawab kalau aku ingin masuk SMA. Dia bercerita bahwa dia capek karena tugasnya. Dia bahkan bilang padaku kalau masuk SMK itu banyak kerjanya. Kok curhat si?
" Kamu sudah punya pacar ?". Dheg.
To be continue



Komentar
Posting Komentar